Jagat dunia maya kembali heboh cuy. Aplikasi tik tok menjadi sorotan utama karena baru baru ini ada kejadian heboh.

Sebenarnya apa sih aplikasi tik tok ini?

Saya sendiri kurang paham, hahaha. Setau saya, ini palikasi yang isinya joget joget atau lipsing.

Lalu apa sih yang bikin heboh?

Pasti temen temen juga sudah tahu tentang si Bowo tik tok. Yang dibully habis habisan sama netijen.

Tapi sebagai netijen yang baik, STOP CYBER BULLYING bro. Lagipula masih anak anak, ngelap ingus juga belum bersih. Kayaknya bakal panjang nih saya bahas. Karena saya ngerti urutan kegaduhan ini. Berikut kronologinya hingga berujung pemblokiran oleh kominfo.

1. Aplikasi tik tok dan sekawannya ini terdapat fitur like dan follow, sehingga membentuk komunitas seperti youtube.

2. Hal tersebut dimanfaatkan segelintir orang untuk mengadakan meet and greet. Dan yang membuat ramai yaitu harga tiket yang terlampau mahal. Mahal? Berapa sih? Ya 80k sampai 500k, mungkin bagi orang dewasa bisalah bayar segitu. Tapi masalahnya adalah artisnya ini masih anak anak, fans nya juga anak anak juga dimana masih minta uang jajan sama orang tua.

Dan masalah ini lebih ramai ketika para youtuber mulai memberikan opininya tentu ada yang bijak dan banyak yang jelek jelekin.

3. Bowo yang lagi kena apes malah membuat kegaduhan semakin ramai. Temen temen pasti sudah ngerti ceritanya. Saya lihat video dari arief muhammad kalau tidak salah wawancara si Bowo ini. Dari video itu saya menarik kesimpulan kalau fase dimana anak menggemari atau menyukai itu harus diawasi orang tua.

Boleh nge fans dengan seseorang atau artis tapi ada batasan yang harus diketahui.

4. Sebenarnya tik tok sudah dilaporkan sebanyak ribuan kali karena dinilai tidak baik untuk digunakan. Kalau dilihat video kompilasi tentang tik tok yang di upload youtube, memang terdapat video lucu yang menghibur tapi tidak sedikit video yang tidak bermanfaat bahkan dapat dikategorikan tontonan dewasa.

Apakah tik tok dapat dipakai lagi?

Ya kalau masalah itu tergantung pengembang tik tok dapat memenuhi tidak tuntutan dari pemerintah. Hal ini seperti aplikasi telegram dan juga bigo. Keduanya sempat diblokir dan keduanya sanggup mematuhi aturan yang diberikan pemerintah.

Jadi salah siapa sampai terjadi kehebohan seperti ini?

Seperti saya bilang teknologi itu baik kalau penggunanya bijak. Anak anak SD atau SMP masih dalam pencarian jati diri. Belum bisa berpikir secara bijak. Kita yang sudah lebih berumur atau orang tua harus lebih memperhatikan mereka.

Tapi sayangnya orang tua pun sekarang jadi budak teknologi. Tidak mau kalah dengan anaknya dalam bermain smartphone.

Jadi salah siapa?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: