Lagi, jagat dunia maya sedang gempar terkait berita iis dahlia yang memberikan kritikan pedas kepada peserta audisi.

Yang menjadi sorotan saya tetap STOP BULLYING. Baik secara langsung ataupun di dunia maya.

Pertama yang saya bahas yaitu tentang etika memberikan kritik. Kritik merupakan hal yang sensitif bila tidak tepak penyampaiannya.

Karena kritik merupakan opini yang kita sampaikan kepada orang lain. Apabila penyampaian terlalu keras atau frontal maka yang terjadi adalah persepsi yang berbeda dari pesan yang ingin disampaikan.

Pastinya seorang juri adalah orang yang dianggap ahli dalam bidangnya, tapi bagaimana pun juga memberikan masukan harus dengan cara yang benar.

Bagi yang menerima kritik, jadikan kritik menjadi pemacu semangat untuk memperbaiki apa yang sedang di dalami.

Kalau pun tidak sesuai dengan ciri khas kita, kita tidak boleh serta merta menolaknya karena kritik tersebut terlontar dari orang yang lebih ahli atau lebih lama berkecimpung di bidangnya.

Ada pendapat lain kalau ini hanya DRAMA semata. Dan saya jelas tidak setuju dengan hal ini. Sudah banyak drama drama yang tayang di televisi.

Jangan rusak generasi muda dengan drama yang tidak memiliki manfaat sama sekali.

Dengan adanya kejadian seperti ini banyak komentar yang pedas sampai tidak pantas yang tertulis di internet.

Saya tidak akan capek untuk mengingatkan pembaca untuk berfikir logis.

Jangan ditambah drama lainnya. Cukup hal ini menjadi pembelajaran.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: