Hari ini ada yang beda dengan hp saya. Bukan jadi berubah jadi ipin x tapi jadi sunyi senyap tanpa ada notif satu pun yang masuk.

Ternyata oh ternyata, nomernya keblokir. Jadi semua jenis sim card berlaku untuk didaftarkan ke 4444.

Lhah, ini kan nomor sekali pakai, gimana dong ntar kalau paketan udah habis? Padahal kita bisa registrasi nomor dibatasi 3 saja.

Kalau dibuang sayang kuota masih banyak, dan kalau beli baru, sama juga harus daftar lagi. Ya mau tidak mau daftarkan saja nomernya.

Saya sendiri memiliki 2 sim card utama dan mau tidak mau daftar satu lagi untuk nomer kuota.

Tapi tenang aja, jika kuota sudah habis kita unreg saja dari 4444 baru kita buang nomernya. Dan lebih baik membeli kuota untuk nomer yang aktif saja biar tidak ribet.

Sekarang yang jadi pertanyaan saya yaitu apa fungsi dari reg kalau ada unreg dalam sistem nomor sim card ini, apakah efektif?

Maksudnya gini, apakah dengan unreg data langsung dihapus? Atau masih ada?

Pertama kalau data langsung terhapus ya sama aja jejak kejahatan juga hilang. Misal nih saya reg nomor baru buat nipu, ternyata langsung dapat korban terus saya unreg dan data juga ilang. Ketika ada orang lapor penipuan data udah hilang.

Kedua data masih ada, pengadaan server buat program ini bisa bengkak bos, bayangkan penduduk Indonesia ada berapa juta? Satu orang bisa bawa berapa HP? Satu HP dual sim atau tidak? Kalau setiap orang reg dan unreg kalau sudah tidak butuh nomor lagi, apa yang terjadi? dump file atau file sampah bakal menumpuk.

Tapi disisi lain saya tetap apresiasi pemerintah dalam cara mengatasi keluhan masyarakat terkait nomor yang digunakan untuk menipu dan lainnya.

Tapi mungkin formulanya belum pas. Mari kita pikirkan bagaimana cara yang pas biar kita sebagai konsumen tidak ribet daftar daftar. Dan pemerintah tidak perlu ribet mendata.

Bila ada ide mari tulis di komentar dan jika bagus akan kita bahas dalam satu artikel khusus.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: