Sosmed atau singkatan dari sosial media sangat banyak jenisnya, ada yang khusus post gambar ada juga yang tulisan.

Mungkin di postingan saya sudah sedikit saya bahas tentang bahawa sosmed. Baru saja saya melihat post dari seseorang tentang sebuah permasalahan. Dan setelah saya baca, ada kaitan tentang posting di sosmed.

Yah ini adalah efek buruk dari perkembangan teknologi dengan tidak dibarenginya pemahaman tanggungjawab yang benar.

Apa yang kita tulis di sosial media, bahkan saya menulis tulisan ini saja saya harus bisa mempertanggungjawabkannya.

Apalagi sudah ada aturan yang diberlakukan, undang undang ITE pasal 28, silahkan dicari.

Kembali ke topik, coba untuk berpikir kembali tentang apa yang akan kita posting.

Bedakan antara permasalahan untuk konsumsi publik dan bukan untuk konsumsi publik.

Permasalahan yang harusnya dapat dibicarakan dengan baik baik, karena diupload di sosmed jadi besar masalahnya. Karena pasti ada yang pro dan kontra. Dan ini menyebabkan pembentukan opini publik nah opini ini yang bahaya jika hanya berdasar pada logika pribadi tanpa melihat data, fakta, atau aturan yang ada.

Banyak yang mengeluarkan opini tanpa melihat dasar hukumnya atau faktanya. Dan salahnya adalah apabila opini ini diyakini orang lain sebagai hal yang benar. Padahal baru opini.

Kemudian saya baca juga berita tentang seorang artis yang memprotes tentang pemeriksaan di bandara karena memakai cadar.

Saya bekerja dibidang hukum, saya bekerja sesuai SOP. Permasalahan tersebut sudah dikotakan. Karena di post di sosmed dengan merasa diskriminasi karena cadar. Padahal kalau kita bicara SOP semua penumpang pesawat harus diperiksa.

Saya melihat dari kasus kasus yang saya lihat saat ini karena perilaku kita yang mulai berubah karena sosmed ini.

Kayaknya jadi baperan kemudian di luapkan pada postingan sosmed yang jadinya membentuk opini publik yang salah dan malah merugikan diri sendiri karena melanggar UU.

Indonesia menjunjung demokrasi, demo saja diperbolehkan kita mengeluh karena pelayanan publik yang kurang jelas boleh. Sebagai konsumen kita juga dilindungi UU.

Jika merasa di diskriminasi atau tidak mendapat pelayanan baik, bisa diajukan komplain. Atau lebih baiknya klarifikasi terlebih dahulu, bila ada kesalahan baru komplain. Jangan komplain dengan upload di sosmed.

Bagaimana saya bersikap terkait sosmed.

Sosmed bagi saya adalah marketplace yang menjanjikan. Jadi saya pakai untuk berbisnis.

Jangan terlena atas kebebasan kita menulis di sosmed yang nantinya akan menimbulkan kerugian bagi kita sendiri.

Sebelum kita share sebuah berita, kita cari data faktanya. Tidak mau juga kan kita nyebar berita bohong atau yang kita kenal berita hoax. Saya menyebutnya MLM dosa.

Dengan adanya sosmed juga memunculkan jargon baru yaitu

“Jaman sekarang omongan tidak bisa dipegang, tapi omongan sekarang bisa di screenshot”

Dewasa dan bijak lah dalam menggunakan sosmed. Sudah banyak contoh kasus yang terkait sosmed ini. Hendaknya kita belajar dari kasus tersebut agar kita lebih waspada.

Saya selalu menghimbau teman teman semua bahwa sosmed, internet, gadget membutuhkan tanggung jawab yang besar. Jadi pikir dulu sebelum kita posting di sosmed.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: